0
  • An empty cart

    You have no item in your shopping cart

Enter your keyword

post

Simbol Kejayaan Dan Tragedi

Simbol Kejayaan Dan Tragedi

Oleh : Suryadi Saputra S.Pdi – Pengamat Sejarah Masjid Al-Aqsha

Ketika bumi masih belum terisi oleh manusia, Allah telah menciptakan sejenis mahluk yang sangat gemar melakukan pertumpahan darah, sehingga Allah memutuskan untuk mengganti keberadaan mahluk tersebut dengan penghuni yang lebih baik lagi dari sebelumnya. Memang tempat berpijak manusia yang bernama bumi ini telah memiliki karakter sebagai pusat pertikaian. Dan pertikaian yang saat ini terjadi di belahan bumi manapun pada hakekatnya adalah kelanjutan dari pertikaian yang bermula dari sebuah tempat, yang sebelumnya sangat damai dan jauh dari pertikaian. Dan kalau di runut dari awal hingga akhir pertikakaian itu adalah : memperebutkan sebuah kekuasaan. Kekuasaan, yah itulah yang selalu mengundang masalah sehingga timbul sebuah pertikakaian , walaupun kekuasaan itu diperlukan untuk mengawal kebenaran, agar  ajaran Allah tegak di muka bumi ini.

Pada waktu bumi dibersihkan dari pertikaian, maka mahluk yang sebelumnya  soleh serta tunduk kepada Allah SWT ikut memakmurkan bumi. Namun, pada akhirnya Ia pun tergoda  dengan keindahan serta kenyamanan yang ada. Terbersitlah dalam hatinya bagaimana Ia dapat menguasai tempat yang nyaman itu, walaupun Ia sendiri telah tinggal di Syurga, sebuah tempat yang tidak ada tandingan akan kenikmatannya. Itulah ankara murka pertama yang kelak menjadikannya sebuah pertikaian yang sangat berkepanjangan sampai berakhirnya dunia ini.

Kemudian Allah SWT memanggil seluruh makhluk penghuni syurga. Momentum ini adalah kali pertama Allah akan mengumumkan seorang penguasa yang kelak akan mendapatkan amanah untuk menjadi penguasa bumi. (Surat Al Baqarah ayat 30 – 31). Dalam ayat tersebut disebutkan bahwasannya Allah SWT akan menciptakan mahluk yang kelak menjadi penguasa di muka bumi. Ketika di umumkan bahwa penguasa tersebut bernama manusia, maka yang pertama kali protes adalah malaikat, yaitu makhluk yang sangat patuh kepada Allah SWT.mereka bertanya mengapa  Allah SWT menciptakan mahluk yang justru akan menumpahkan darah dan selalu berebut kekuasaan.

Allah menjawab bahwa dirinya lebih mengetahui dari apa yang tidak di ketahui oleh Makhluqnya, dan Allah lebih tahu pula mengapa harus manusia yang menjadi penguasa. Malaikat tunduk dengan perintah Allah untuk mengakui sang penguasa tersebut. Namun ‘azaziil makhluk yang pada mulanya paling tunduk kepada Allah SWT tidak mau tunduk karena kesombongan yang dimilikinyadan karena telah muncul keinginan untuk menjadi penguasa di bumi, sehingga ia tidak mau mengakui penetapan Allah terhadap penguasa bumi tersebut. Ia  berkilah bahwa dirinya lebih mulia karena tercipta dari Api sedangkan manusia tercipta dari tanah, itu adalah sebuah dalih untuk menyembunyikan keinginan yang sebenarnya.

Tidak ada pertikaian di muka bumi ini yang begitu besar pengaruhnya terkecuali penyebabnya adalah kekuasaan, kalau  hanya senioritas atau kemuliaan derajat tidaklah penentangannya kepada Allah SWT begitu hebat , bahkan rela meninggalkan syurga untuk selama-lamanya dan kemudian ia meminta agar Allah memanjangkan usianya sampai hari kiamat agar dirinya dapat mengelabui manusia hingga menjadi pengikutnya. Dan tidak ada seseorang yang menginginkan untuk memilki pengikut kecuali ia berambisi menjadi seorang penguasa.

Allah mengutus Nabi Adam a.s untuk menjadi khalifah di muka bumi, dan ketika beliau menginjakan kakinya di bumi maka ‘azaziil malaikat yang terkutuk itu ikut turun kebumi, dan kemudian dikenal dengan sebutan Iblis. Sejak itu bendera perang mulai terkibar , Allah ST mulai memerintahkan kepada Adam untuk melawan bendera perang Iblis dan berusaha menyelamatkan keimanan manusia agar tidak berpaling kepada ajakan Iblis.

Allah SWT merintahkan kepada Adam a.s untuk membuat kiblat agar manusia senantiasa menghadapkan wajahnya kepada Allah SWT sehingga tidak berpaling untuk mengikuti ajakan Iblis. Kiblat ini kemudian dikenala bernama ka’bah. 40 tahun kemudian Allah memerintahkan kepada Nabi Adam a.s untuk membuat kiblat yang kedua yaitu Masjidil Aqsho. Ka’bah kemudian menjadi simbol spiritual sedangkan Masjid Al-Aqsha menjadi simbol spiritual dan perjuangan dalam menegakan kebenaran para nabi dan penerusnya.

Kedua kiblat merupakan simbol kejayaan bagi kaum yang beriman. Artinya jika kedua kiblat tersebut berada di tangan kaum yang beriman maka Ia akan mendapatkan kejayaannya , dan sebaliknya jika kedua kiblat tersebut berada di tangan kaum yang dzolim maka Umat akan berada dalam kehinaan. Saya menekankan bahwasannya kedua bangunan ini bukan hanya bangunan Masjid semata namun ia adalah sebuah simbol yang memiliki arti penting bagi kaum yang beriman. bahkan kedua simbol tersebut juga memiliki arti bagi para pengikut kebatilan, oleh karenanya kedua symbol tersebut akan menjadi bahan rebutan. Sejarah membuktikan bagaimana kedua simbol tersebut diperebutkan secara mati-matian oleh umat manusia untuk mewujudkan tujuan dan keinginannya.

Perjalanan isro dan mi’raj Rasulullah SAW, dari masjidil haram ke masjidil aqsho, secara langsung ataupun tidak, memuat hikmah adanya sebuah perintah bahwa kedua symbol tersebut harus di bebaskan, agar umat islam mendapatkan kejayaannya. Maka ketika fathu Makkah terjadi dan ka’bah berhasil dibebaskan dari penistaan berhala, maka yang selanjutnya Rasulullah SAW di perintahkan untuk memebebaskan masjidil aqsho dari tangan kaum Romawi, yang kelak dituntaskan oleh Umar bin Khotob. Ketika Masjidil Aqso Terbebas, maka kondisi umat islam pada waktu itu menguasai hampir 2/3 dunia.

Itu berarti bahwa selama 23 tahun Rasulullah SAW berdakwah, maka tujuan akhir dari perjuangannya adalah membebaskan kedua tempat suci tersebut. Bagi kita sebagai umat Islam,  jika kita akan memperjuangkan kejayaan islam dan tidak ada sedikitpun agenda untuk memperjuangkan masjidil Aqsho yang saat ini terhinakan oleh kaum Zionis,  maka sudah barang tentu kita sebagai umat Islam sudah melenceng dari langkah perjuangan Rasulullah SAW.

Para penentang kebenaran yang tidak menginginkan kebenaran dan ajaran Allah berjaya di muka bumi sadar betul bahwa simbol kejayaan itu harus berada di tangan mereka, untuk itulah mereka berjuang mati – matian dengan berbagai cara dan tipu muslihat berusaha merebut tanah suci yang merupakan buminya para nabi, serta symbol kejayaan perjuangan para Nabi, dan selanjutnya  akan mereka ganti dengan simbol sesembahan mereka.

Kita telah menyaksikan bagaimana tragedi kemanusiaan terjadi di bumi yang merupakan simbol kejayaan tersebut berdiri,ribuan manusia sudah merenggang nyawa, lautan darah tertumpah di tempat itu. Setiap hari kendaraan lapis baja memuntahkan peluru dan ribuan batu membalas muntahan peluru tersebut. Tragedi itu terjadi di karenanakan symbol kejayaan itu sedang digerogoti para pejuang kebatilan, dan jika  symbol kejayaan itu sampai jatuh ke tangan mereka, maka itu adalah kekalahan bagi kaum yang beriman di muka bumi ini. Inilah tragedi kemanusiaan yang tengah di pertontonkan di hadapan kita , dan banyak umat manusia terdiam menyaksikan peristiwa itu. Padahal efek dari berdirinya symbol kebatilan yang akan mereka bangun pasti memberikan dampak yang sangat mengerikan bagi umat manusia di muka bumi ini. Karena pertikaian ini adalah sebagai kelanjutan dari dendam yang telah di mulai di surganya Allah dan baru akan berakhir jika dunia Kiamat.

 

 

No Comments

Add your review

Your email address will not be published.