0
  • An empty cart

    You have no item in your shopping cart

Enter your keyword

post

PENJAJAH ISRAHELL MENYITA 249 MAYAT PALESTINA

PENJAJAH ISRAHELL MENYITA 249 MAYAT PALESTINA

Gaza, ALRAY – Penjajah israHell masih menyita 249 mayat Palestina baik wanita maupun pria sejak  tahun 60an abad terakhir hingga hari ini, di mana otoritas israHell menolak memberikan mayat dan menyerahkannya ke pihak keluarga sebagai bentuk hukuman kolektif, Al-Mezan Center For Human Right melaporkan.

Pengacara Al-Mezan Center bekerja sama dengan Bulan Sabit Merah Internasional (International Red Crescent) berkoordinasi kemarin untuk keluarga Syuhada Anwar Sukkar, untuk menyebrang via Beit Hanoun/Erez menyebrangi bagian utara Gaza dalam rangka mengambil sampel DNA sebagai dasar permohonan penuntutan israHell.

Menurut laporan Al-Mezan, langkah ini hadir dalam kerangka permohonan yang diajukan pada tanggal 18 Desember 2016 ke Mahkamah Agung israHell, dalam berkoordinasi dengan kampanye nasional untuk mengembalikan mayat para syuhada dan Al-Quds center untuk bantuan hukum dan hak asasi manusianya, menyerukan untuk menyerahkan 10 mayat yang ditahan oleh pemerintah israHell di sejumlah pekuburan.

Desember 2014, Al-Mezan Center mengajukan permohonan ke MA israHell dalam mengembalikan 12 mayat syuhada dari jalur Gaza, yang di mana pemerintah israHell berjanji bahwa waktu untuk mendirikan bank DNA terlebih dahulu sebelum menyerahkan mayat-mayat tersebut.

Laporan tersebut menyoroti penyitaan mayat para syuhada masuk dalam serangkaian pelanggaran sistemik israHell terhadap Hukum dan peraturan Internasional.

Permohonan terbaru hadir setelah penundaan otoritas israHell dalam memenuhi komitmen mereka sebelumnya pada saat kampanye Nasional mengajukan permohonan pada MA israHell pada Juli 2015. Otoritas israHell sebelumnya berjanji di hadapan pengadilan akan memberhentikan aktivitas penyitaan jenazah dan meluncurkan bank DNA terlebih dahulu bagi pasukan israHell sebelum menyerahkan seluruh jenazah, laporan tersebut menambahkan.

Otoritas israHell menolak memberikan sertifikat kematian terhadap para keluarga korban dan menolak mengungkapkan nama dan tempat mereka, yang merupakan pelanggaran serius atas Pasal 17 konvensi Jenewa Pertama tahun 1949.

No Comments

Add your review

Your email address will not be published.