0
  • An empty cart

    You have no item in your shopping cart

Enter your keyword

post

Penculikan Gilad Shalit Tiket Pembebasan Tawanan Palestina

Penculikan Gilad Shalit Tiket Pembebasan Tawanan Palestina

Ditengah menajamnya intensitas kekejaman yang dilakukan israHell, berbagai upaya terus diperlihatkan Gaza dalam menghadirkan solusi yang diharapkan mampu menghentikan langkah-langkah Tel Aviv. Opsi retribusi militer terhadap israHell diaktifkan setelah upaya-upaya politik di area internasional tak kunjung berhasil.

Sayap militer Hamas, Brigade Izzuddin al-Qassam, beserta 2 faksi perlawanan Palestina lainnya melancarkan sebuah operasi di markas militer selatan Gaza dan menculik tentara israHell Gilad Shalit.

Pada 25 Juni 2006, 8 orang dari ketiga kelompok bersenjata tersebut melakukan penyerangan ke outpost militer israHell di perbatasan Karam Abu Salam, mereka mencapai pos tersebut dengan menggunakan terowongan sepanjang 400 meter. Dua orang Palestina dan dua orang israHell tewas pada insiden tersebut, kemudian para aktivis Palestina menculik Gilad Shalit dan dibawanya ia ke Jalur Gaza.

Target awal daripada penyerangan adalah Menara pengawas (Watchtower) dan tank yang berisi Shalit. Dibutuhkan lebih dari satu jam bagi tentara israHell untuk menyadari bahwa seseorang dalam unitnya tengah menghilang.

israHell menuntut dipulangkannya tentara terculik tersebut dalam dua hari. Ketiga kelompok – Komite Perlawanan Popular Palestina, Brigade Izzuddin al-Qassam dan Jihad Islam (The Army of Islam) mengakui bertanggung jawab atas peristiwa tersebut, dan mengatakan bahwa mereka tidak akan memberikan informasi apapun terkait kondisi Shalit sebelum perempuan dan anak-anak yang tengah ditawan penjara israHell dibebaskan.

Selama 6 bulan masa penahanan, Shalit menjadi simbol solidariti di israhell. Demonstrasi digelar sebagai bentuk dukungan terhadap sosok yang tengah menjadi symbol persatuan ruang publik israHell. Keluarga Shalit memimpin kampanye dengan berdiam diri selama 16 bulan pada sebuah tenda yang mereka bangun di Al-Quds.

Hamas mengakui bahwa penculikan Shalit sebagai sebuah kesempatan dalam memastikan terbebasnya warga Palestina yang tengah mendekam di penjara israHell, di samping juga menggunakannya sebagai alat pertukaran tahanan. Penculikan ini pun terbukti mampu mengangkat moral warga Gaza. israHell “terpaksa” mengikuti persyaratan-persyaratan Hamas dikarenakan tekanan tinggi yang datang dari publik sendiri. (NHQ/Pesona AlQuds)

No Comments

Add your review

Your email address will not be published.