0
  • An empty cart

    You have no item in your shopping cart

Enter your keyword

post

Pemimpin Berpengaruh Berada Dalam Ancaman

Pemimpin Berpengaruh Berada Dalam Ancaman

Operasi israHell memulangkan Shalit tidak membuahkan hasil selain daripada pembunuhan masal warga sipil Palestina. israHell, yang bahkan tanpa ragu melancarkan kejahatan perang untuk menekan publik di rumah-rumah, mulai menarget pemimpin-pemimpin berpengaruh Gaza.

29 Juni 2006, juru bicara Parlemen Palestina Aziz Duwaik, 10 menteri dan 31 deputi ditahan di Tepi Barat oleh pasukan israHell dengan tuduhan sebagai bagian daripada Hamas.

Duwaik, penderita diabetes yang tengah memburuk keadaannya dilarang mendapatkan perawatan medis. Bersama dengan para pemimpinnya, sejumlah anggota Hamas yang berhasil ditangkap di Tepi Barat mencapai 64 anggota.

12 Juli 2006, Sembilan anggota keluarga ilmuan sosial Nabil Abu Silmiyya berujung Syahid ketika israHell melancarkan serangan udara tepat diatas rumahnya. Jet tempur israHell menjatuhkan misil terhadap rumah sosok 46 tahun tersebut pada malam hari, dengan tuduhan bahwa itu sebagai tempat persembunyian pemimpin jihadis.

Warga sipil yang tengah berebut mencari pertolongan dan perlindungan menemukan jasad tanpa kepala milik Yahya, murid kelas 4 dan mayat saudarinya yang tengah berusia 17 tahun. Keesokan harinya, tim pertahanan sipil menyelamatkan murid jurusan teknik berusia 19 tahun dari reruntuhan dan kemudian melarikannya ke Rumah Sakit.

Tak satupun warga setempat yang mampu keluar dari serangan tersebut, bahkan bagi seekor kucing sekalipun – milik cucu seorang tetangga sebelah – terbujur kaku disekitar kebun. Ironisnya, jihadis yang dimaksud israHell tidak ada di rumah tersebut.

Muna, anak sulung Silmiyya yang telah menikah dan tinggal di seberang jalan tempat tragedi hujan misil terjadi, menerima banyak ungkapan bela sungkawa terkait insiden yang telah terjadi.

“Ketika serangan udara dimulai, saya tidak menyadari bahwa itu akan ditujukan kepada keluargaku,” kata Muna. “Ibu dan bapaku mengunjungiku tiga hari sebelum insiden untuk mengucapkan selamat atas bayiku yang baru lahir,” ia menambahkan.

Istri Dr. Silmiyya, Salwa, berusia 41 tahun, dan anak-anaknya: Samiya (17), Basma (15), Huda (13), Iman (11), Yahya (9), Ayat (7), dan Nasrullah (4).

No Comments

Add your review

Your email address will not be published.