0
  • An empty cart

    You have no item in your shopping cart

Enter your keyword

post

Pemilu Bersejarah dan Kemenangan Hamas

Pemilu Bersejarah dan Kemenangan Hamas

Pemilu pertama Palestina ditahun 1996 terselenggara dengan protes keras dari Hamas dan beberapa kelompok kiri.

Operasi-operasi militer israHell dan percobaan pembunuhan yang dialamatkan terhadap Hamas dan kelompok-kelompok pengusung ‘serangan bunuh diri’ bermotif balas dendam, sukses membuat Hamas mendulang dukungan rakyat Palestina. Terdorong akan besarnya dukungan yang diberikan Rakyat, Hamas akhirnya memutuskan ikut berkompetisi pada putaran pemilu selanjutnya.

Hamas, yang turut ambil bagian pada pemilu kedua Palestina pada tanggal 25 Januari 2006, setelah mengalami beberapa kali penundaan, berhasil memenangi 74 kursi dari 132 kursi parlemen Palestina dengan kandidat-kandidatnya yang tergabung dalam platform “Daftar Perubahan dan Reformasi.” Percaturan Fatah pada putaran pemilu kedua tersebut merepresentasikan sebagai oposisi utama dengan perolehan 45 kursi, sementara partai-partai lain dan para kandidat independen memperoleh 13 kursi.

Kemenangan pemilu Hamas sontak mengejutkan bumi Palestina dan dunia Internasional. Otomatis mengubah landscape politik di kawasan dan menandai harapan baru (a breaking point) dalam permasalahan Palestina.

Quartet Timur Tengah, terdiri dari AS, Uni Eropa, PBB dan Russia, menyetujui resolusi tanggal 30 Januari dengan menetapkan bahwa Hamas menolak kekerasan, mengakui negara israHell dan tetap berpegang teguh dengan roadmap yang dibentuk Oslo, sebagai balasannya tetap melanjutkan bantuan ke Palestina. Pernyataan tambahan daripada Russia adalah bahwa pihaknya siap bekerjasama bersama Hamas.

Beberapa negara Arab, yang tengah gelisah dan panik akan kemenangan Hamas yang dipercaya mampu memperkuat gerakan-gerakan Islam ditengah-tengah masyarakatnya, merayakan kemenangan pemilu Hamas dengan setengah hati.

No Comments

Add your review

Your email address will not be published.