0
  • An empty cart

    You have no item in your shopping cart

Enter your keyword

post

Kisah Huda Ghaliya yang Memicu Insiden Davos

Kisah Huda Ghaliya yang Memicu Insiden Davos

Salah satu peristiwa paling mengenaskan selama periode tahun 2000an ialah pengeboman yang menghancurkan keluarga Huda Ghaliya.

Di satu sore tepat pada tanggal 9 Juni 2006, Angkatan Laut dan unit-unit artileri israHell secara bersamaan membombardir pesisir Beit Lahia di Jalur Gaza.

Serangan tersebut berujung dengan meregangnya 8 nyawa, 6 di antaranya berasal dari satu keluarga yang sama, itu terjadi di saat mereka tengah menikmati piknik di pantai. Dalam serangan lanjutan, korban tewas melebihi 20 jiwa.

Rekaman tragedi di atas menampilkan seorang bocah perempuan berusia 10 tahun, Huda Ghaliya, tengah menangisi kematian ayahnya yang terbunuh dalam serangan tersebut. Rekaman tersebut mendulang simpati emosional dari seluruh dunia. Klip tersebut, yang memuat kurang dari setengah menit aktivitas pengeboman, menampilkan suara rintihan Huda “Pak, Pak” dialamatkan untuk bapak tercintanya, yang mati tepat di hadapan matanya.

PM Turki Erdogan kemudian mengutip kisah Huda selama Davos Economic Summit 2009, di mana Erdogan mengatakan kepada Presiden israHell Shimon Peres: “saya paham betul bagaimana anda membunuh anak-anak yang tengah berpiknik di pantai.”

Huda pingsan hingga 7 kali di pemakaman anggota keluarganya. Ia menciumi tanah di mana ayahnya dikebumikan, dengan mengatakan, “Maafkan aku, pak.” Ia kemudian bertanya kepada keluarganya: “Apakah kalian meninggalkanku sendiri?”

Presiden Otoritas Palestina Mahmoud Abbas menyebut serangan israHell tersebut sebagai praktik kriminal terhadap kemanusiaan dan mendesak komite internasional menindak lanjuti serangan biadab di atas. Abbas mengumumkan bahwa ia mengadopsi Huda dengan mengatakan, “mulai saat ini, Huda adalah anakku.”

PM israHell Ehud Olmert berdalih atas tragedi tersebut dengan menyebutnya sebagai alasan keamanan dan mengatakan tidak dibutuhkan komite investigasi, sementara Staf Umum israHell mengirimkan pesan bela sungkawa melalui Abbas.

Perawatan kejiwaan Huda dilangsungkan di Uni Emirat Arab. Meskipun masih berkonsentrasi dengan ketidakstabilan psikisnya, Huda lulus dari sekolahnya ditahun 2012 dengan nilai yang cukup memuaskan, 71.9 dari poin 100.

10 Juni 2006, sehari pasca serangan israHell, Hamas mendeklarasikan bahwa secara unilateral mengakhiri gencatan senjata yang telah berlangsung selama 16 bulan.

No Comments

Add your review

Your email address will not be published.