Penjajah Israel makin massif melakukan yahudisasi Al-Quds dan permukiman. Terbaru, Israel meresmikan proyek bernama Jerusalem 5800 dengan melakukan sejumlah manipulasi dan tujuan terselubung.

Jerusalem 5800 mencari investor untuk melakukan pemetaan baru kota Al-Quds atau dengan nama lain Jerusalem 2050 yang dikendalikan oleh pebisnis Yahudi Australia Kevin Bremster, pendiri sebuah aplikasi Skype dan membentuk perusahaan Ozisoft yang bekerja mengembangkan game video.

Di tahun 2011, Kavin Bramster memembuat proyek Jerusalem 5800 yang berusaha menjadikan Al-Quds sebagai pusat pariwisata dunia dalam waktu 30 tahun dan bertujuan mengubah symbol, dan rambu-rambu kota suci tersebut dan sekitarnya.

Rencana Jangka Panjang

2010-2020;

–          Menambah investasi sektor pribadi (khusus) dan membangun sejumlah bangunan besar dan apartemen.
–          Menyetujui pembangunan infrastrutur untuk menarik wisatawan luar ke wilayah menarik di pusat al-Quds.
–          Membangun system transportasi canggih di dunia dengan berbagai layanan sampai Kota Tua.
–          Membangun jaringan jalan lingkar luar di kawasan Al-Quds Raya.
2020-2030:

–          Membangun hotel-hotel di sepanjang jalan menuju Al-Quds
–          Mengembangkan infrastruktur rekreasi, hiburan dan hotel di Laut Mati
–          Mengembangkan wilayah pariwisata menarik
2030-2040:

–          Membangun system transportasi dan bandara internasional ke wilayah timur termasuk transportasi kerta cepat dari Tel Aviv ke Amman
–          Membangun jaringan “metro terowongan” di Al-Quds
Membangun kereta Jerusalem Raya, mencakup utara dan selatan Al-Quds-Hebron-Bersheba-Al-Quds-Nablus dan Afula, Betshan Bisan dan Wadi Yordania dan Laut Mati serta Eilat.

Kevin Bremster
Proyek Investasi

Proyek ini ingin mengembalikan rencana sebagian kota sekitar Al-Quds membangun proyek pariwisata besar yang bisa mewujudkan sejumlah keuntungan ekonomi sehingga kota yang bisa menarik turis manca negara sebanyak lebih dari 10 juta setiap tahun.

Proyek ini berasal dari sektor pribadi, badan pemerintah dan daerah tidak mampu membangun proyek besar seperti ini. namun membutuhkan bantuan pemerintah Israel dalam bentuk lain sehingga bisa selesai sampai 2050. Sehingga membutuhkan rencana jangka panjang.

Visi Proyek

Jerusalem disebut proyek ini sebagai “pusat nasional Yahudi dan pusat spiritual untuk menyatukan agama” yang tujuan utamanya membentuk kembali menjadi Kota Dunia dan rujukan spiritual, wisata dan budaya melakukan sejumlah langkah riil.

Proyek ini akan membangun kawasan lingkaran sesuai arah jarum jam dari utara Ramallah, timur Laut Mati, selatan Ghus Etzion, Betshimas hingga ke permukiman Modeen.

Tim Proyek

Para pakar yang tergabung dalam proyek ini memiliki 30 tahun dalam pengalaman. Dari pendiri lembaga-lembaga yahudi, guru besar Universitas Israel, penasihat warisan dunia UNESCO, sejumlah sosok dalam bidang yahudisasi.

Proyek Beracun

Pengamat urusan zionisme di Pusat Informasi Palestina menyebutkan, bahaya proyek ini adalah mencitrakan wajah baik Israel dan menyimpan tujuan yahudisasi dan permukiman besar. Dari schedule proyek ini terlihat mereka ingin meyahudikan Al-Quds, membangun terowongan bawah masjid Al-Aqsha, selama 7 tahun ke depan Israel akan melarang umat Islam masuk Al-Aqsha.

Setiap proyek ini masuk dalam rencana Israel membangun 4300 unit hunian mengorbankan perkampungan Arab (Palestina) di kota Al-Quds dengan nama dan pencitraan. Seakan Israel sebagai penjaga budaya dunia.

Selain itu, ini adalah proyek normalisasi karena akan membangun sejumlah kota Palestina dan akan bekerjasama dengan pihak pebisnis Palestina.

Proyek ini juga tidak membedakan antara Al-Quds barat dan timur sehingga bukan hanya proyek investasi namun ada ketamakan lain dan tujuan busuk Israel.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here