Ribuan massa Palestina kembali gelar aksi pawai damai pada Jumat (7/9) kemarin, dengan tema “Kami Kembali, Meski Kau tidak Menyukainya Trump!”. Aksi pawai yang berlangsung di sepanjang perbatasan timur Jalur Gaza itu, ditanggapi agresif oleh pasukan tentara Israel. Mereka menyerang para demonstran dengan melancarkan tembakan peluru tajam dan bom gas beracun ke para demonstran.

“Aksi massa dimulai setelah mereka tunaikan shalat Ashar bersama. Kemudian berjalan menuju Kamp kepulangan ke lima, di perbatasan timur Jalur Gaza. Mereka kemudian mulai membakar ban karet, menyalakan balon api dan layang-layang ke arah sektor pemukiman, yang berdekatan dengan perbatasan Gaza. Hal itu ditujukan agar para demonstran dapat membakar menara komunikasi Israel, di timur Rafah”, demikian laporan dari reporter kami.

“tentara Israel menembakkan peluru tajam dan gas air mata ke arah para demonstran, hingga menyebabkan seorang warga gugur, karena luka tembak di dadanya. Serangan itu juga menyebabkan sejumlah warga lainnya luka-luka dan mengalami sesak nafas”, tambahnya.

Departemen Kesehatan melaporkan, bahwa warga Palestina yang gugur bernama Bilal Mustafa Khafajah ( 17 tahun), akibat luka tembak di dadanya. Sedangkan 210 warga lainnya terluka karena tembakan peluru tajam dengan tingkat cedera beragam, dan puluhan warga lainnya mengalami sesak nafas, karena gas beracun yang ditembakkan Israel.

Pasukan Israel juga menerbangkan pesawat drone dan menargetkan para penerbang balon api dan layangan, di timur Gaza dan jabaliya.

Sejak dimulainya aksi pawai kepulangan palestina pada 30 Maret lalu, ada 172 warga yang telah gugur dan 19.139 lainnya terluka, karena serangan agresif Israel terhadap para demonstran. Peluncuran pawai kembali, bertujuan untuk mematahkan blokade dzalim Israel yang telah berlangsung selama lebih dari 12 tahun. Serta untuk menuntut hak mereka kembali pulang ke tanahnya sendiri, Palestina.

Sumbre: alquds-online.org

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here