Rabu (24/10) waktu pagi setempat, seorang pendeta ditangkap pasukan Israel, dalam sebuah unjuk rasa yang digelar Gereja Ortodoks Koptik di Kota Tua AlQuds.

Sumber AlQuds mengatakan, bahwa sebelum menangkap salah satu pendeta koptik, pasukan Israel menekan dan menyerang sejumlah pendeta dan peserta aksi dari komunitas Koptik, di pintu masuk Gereja. Di waktu yang sama, sejumlah pekerja bangunan Israel berhasil memasuki gereja, ditengah aksi protes jamaah koptik.

Aksi protes itu sendiri digelar, sebagai bentuk penolakan terhadap Pemerintah Israel, atas pekerjaan pemugaran oleh Badan Pekerja Israel di kapel St. Michael the Archangel, di AlQuds, tanpa persetujuan Gereja Koptik.

Polisi Israel kemudian memaksa para pendeta itu untuk keluar, karena menghalangi para pekerja bangunan masuk.

Suasana tegangpun masih menyelimuti sekitar wilayah Deir Sulthan, yang berdekatan dengan Gereja Kebangkitan di kota tua AlQuds itu, di tengah kehadiran intensif dari pasukan Israel.

Sekretaris Jenderal untuk Komite Muslim-Kristen AlQuds, Hanna Issa, menyesalkan atas aksi kekerasan Israel terhadap para pendeta Koptik dan penangkapan beberapa pendetanya. Ia juga mencela intervensi otoritas Israel terhadap pekerjaan restorasi Gereja. Dimana tindakan yang diambil pihak Israel itu, bukan merupakan bagian dari kapasitasnya di kota AlQuds, karena bagian timur dari wilayah kota AlQuds, adalah wilayah yang berada di bawah hukum humaniter internasional.

Komite pun menganggap bahwa pernyataan Perdana Menteri Israel baru-baru ini, mengenai orang Kristen dan menganggap mereka sebagai minoritas di AlQuds, juga akan memicu perselisihan dan mengubah konflik yang saat ini terus terjadi. Dari konflik politik atas hak sah rakyat Palestina terhadap tanahnya, menjadi konflik agama.

Komite kemudian menghimbau kepada pemerintah Mesir dan Dunia Kristen, untuk segera membantu menghentikan serangan-serangan Israel ini terhadap biara Sultan. Serta mencegah adanya pekerjaan restorasi Israel, karena itu hanya hak prerogatif Gereja Ortodoks Koptik.

Sumber: shehabnews.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here