Otoritas zionis Israel terus targetkan bocah dan para pemuda AlQuds dalam misi penangkapannya. Selain memberlakukan tahanan rumah atas mereka dalam periode tertentu, Israel juga menjauhkan mereka dari tempat tinggalnya. Bahkan hukuman ini juga berlaku bagi anak di bawah usia 14 tahun.

Alasan Israel gunakan hukum tahanan rumah bagi korban di bawah umur, adalah karena hukum Israel tidak mengijinkan penahanan penjara. Selain itu juga, ditakutkan akan menjadi sasaran kritik internasional dan hak asasi manusia.

Pada Jumat lalu  (22/6), otoritas Israel kembali berlakukan tahanan rumah terhadap seorang pemuda bernama Muhamad Mahdi Abu ‘Asab. Ia berasal dari Kota Tua AlQuds.

Menurut pusat informasi Wadi Hilweh, pemuda tersebut juga sempat dipukuli secara brutal oleh pasukan Israel, sebelum akhirnya ia ditangkap dan ditahan selama beberapa jam. Kemudian ia pun dibebaskan dengan syarat menjadi tahanan rumah selama lima hari.

Sumber:alquds-online.org

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here