Otoritas Israel memperbarui perintah penahanan administratif (penahanan tanpa dakwaan atau pengadilan), terhadap anak Palestina bernama Hisam Abu Khalifa (17 tahun). Perintah itu dikeluarkan satu hari sebelum pembebasannya.

Komisi Palestina untuk Tahanan dan Urusan Tahanan mengatakan, otoritas Israel mengeluarkan perintah penahanan administratif baru terhadap tahanan Abu Khalifah, dari desa Walija, selatan AlQuds yang terjajah. Pembaruan ini adalah yang ke empat kalinya dialami Abu Khalifa, dan dikeluarkan sehari sebelum tanggal pembebasannya.

Abu Khalifa sendiri ditangkap pasukan Israel pada 12 November 2017. Ia ditahan secara administratif oleh Israel selama tiga bulan. Komite Hak Asasi Manusia Palestina menyebutkan, bahwa Abu Khalifa akan hadir di depan pengadilan Israel pada hari Minggu (14/10), untuk mengkonfirmasikan surat penangkapannya kembali.

“Jika penahanan kembali itu terjadi, maka Abu Khalifa akan melakukan aksi mogok makan, sebagai bentuk protes terhadap keputusan itu,” kata komite tersebut.

Sumber: alquds-online.org

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here